Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Sekolah Rakyat di Sumenep Resmi Dimulai, Terapkan Pola Belajar ala Pesantren

Shoppe Mall

Sekolah Rakyat Resmi Dibuka di Sumenep, Usung Pola Pendidikan Berbasis Pesantren

Jangkauan Tanggerang — Sekolah Rakyat  Sebuah langkah inovatif dalam dunia pendidikan kembali hadir di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pemerintah setempat bersama komunitas pendidikan alternatif resmi meluncurkan Sekolah Rakyat, sebuah lembaga belajar non-formal yang menerapkan pola pendidikan berbasis pesantren.

Peresmian Sekolah Rakyat digelar Senin (29/9) kemarin, dihadiri oleh tokoh masyarakat, perwakilan dinas pendidikan, serta para orang tua dan pendidik. Sekolah ini hadir sebagai respons terhadap keterbatasan akses pendidikan formal di beberapa wilayah pedesaan Sumenep, sekaligus menjawab kebutuhan akan pendekatan pendidikan yang lebih membumi dan kontekstual.

Shoppe Mall

Model Belajar yang Fleksibel dan Religius

“Kami ingin menciptakan ruang belajar yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga menanamkan akhlak, kemandirian, dan kesadaran sosial kepada anak-anak,” ujar Ustaz Ahmad Khoiri, penggagas Sekolah Rakyat Sumenep.

Model ini juga memberi keleluasaan bagi anak-anak yang sebelumnya putus sekolah atau tidak mampu mengakses pendidikan formal karena kendala biaya atau jarak.

Kemensos Tugaskan 19 Guru, Sekolah Rakyat Tanjungpinang Siap Terima 100  Siswa Kurang Mampu - Wahana News

Baca Juga: Kapolresta Tangerang Dampingi Wakapolda Banten Upacara di Alun-Alun Balaraja

Kurikulum Kontekstual dan Gotong Royong

Anak-anak tidak hanya belajar dari guru, tapi juga dari sesama teman, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Ini pendidikan yang hidup,” ujar Nur Afifah, salah satu fasilitator pengajar.

Sekolah Rakyat Dukungan dari Masyarakat dan Tokoh Agama

Program Sekolah Rakyat ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka kini memiliki alternatif pendidikan yang lebih terjangkau dan dekat dengan nilai-nilai agama.

“Kalau di sekolah umum anak saya sempat minder karena ketinggalan pelajaran. Di sini dia lebih semangat karena belajarnya santai tapi bermakna,” ungkap Siti Aisyah, warga Desa Ganding.

Tokoh agama setempat juga memberi dukungan penuh. Menurut KH. Mahfudz, pimpinan salah satu pondok pesantren di Sumenep, pola pendidikan seperti ini bisa menjadi jembatan bagi anak-anak desa yang tidak terjangkau sistem formal, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Harapan Menjadi Model Pendidikan Alternatif

Sumenep ini menjadi percontohan pertama di Madura yang mengadopsi pola pesantren dalam kerangka pendidikan rakyat. Jika berhasil, pemerintah daerah berencana mereplikasi model ini di kecamatan-kecamatan lain yang masih memiliki angka putus sekolah tinggi.

Shoppe Mall