Gunung Marapi Meletus Lagi Lontarkan Abu Setinggi 300 Meter
Jangkauan Tanggerang – Gunung Marapi di Sumbar yang terletak di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Minggu pagi, setelah melontarkan abu vulkanik setinggi 300 meter ke udara. Letusan tersebut terjadi pada pukul 07.15 WIB, disertai dengan suara gemuruh yang terdengar hingga beberapa kilometer dari puncak gunung. Meskipun tidak ada korban jiwa, letusan ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar yang terpaksa mengungsi sementara waktu.
Menurut pihak Badan Geologi, letusan Gunung Marapi ini merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Aktivitas tersebut tercatat meningkat sejak beberapa bulan terakhir, dengan tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa gunung berapi tersebut masih dalam fase potensial untuk meletus lebih besar.
Abu Vulkanik Mencapai Ketinggian 300 Meter
Letusan kali ini menghasilkan lontaran abu vulkanik yang cukup signifikan, mencapai ketinggian 300 meter dari puncak gunung. Abu yang terbawa angin ini menyebar ke beberapa kawasan di sekitar Kecamatan Baso dan Kecamatan Gaduik, menyebabkan kabut tebal dan asap vulkanik menyelimuti area tersebut.
“Kami sudah menerima laporan dari petugas di lapangan bahwa letusan kali ini hanya menghasilkan abu dalam jumlah kecil dibandingkan dengan letusan sebelumnya. Namun, tetap saja, abu yang dilontarkan cukup tinggi dan menyebar di sekitar kawasan kaki gunung,” kata Dr. Anwar, Kepala Bidang Pemantauan Gunung Api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Pihak PVMBG pun mengimbau warga yang tinggal di sekitar Gunung Marapi untuk tetap waspada dan mengikuti prosedur evakuasi jika kondisi memburuk. Saat ini, status gunung api tersebut masih berada di level Waspada (Level II), yang artinya aktivitas vulkanik masih dapat meningkat, meski belum ada ancaman letusan besar dalam waktu dekat.
Baca Juga: Piala Asia U23 2026 Kim Sang-sik Ungkap Kunci Vietnam Lolos ke Semifinal
Warga Sekitar Dihimbau Waspada
Meskipun letusan kali ini tidak menimbulkan kerusakan berarti, pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat meminta agar warga yang tinggal di sekitar zona 3 km dari kawah Gunung Marapi untuk tetap waspada dan siap siaga menghadapi kemungkinan bencana lebih lanjut. Warga juga diminta untuk menghindari area-area yang terpapar langsung dengan abu vulkanik, karena debu dapat membahayakan kesehatan pernapasan.
“Kami telah mempersiapkan posko-posko evakuasi di beberapa titik. Jika kondisi semakin memburuk, kami akan melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman. Warga diminta untuk menjaga jarak aman dari gunung,” ujar Suyanto, Kepala BPBD Sumbar.
Sementara itu, beberapa desa di sekitar kaki Gunung Marapi melaporkan adanya gangguan aktivitas harian akibat turunnya abu yang cukup tebal. Beberapa warga bahkan melaporkan kesulitan bernafas dan memutuskan untuk memakai masker atau berhenti sementara dari kegiatan luar ruangan.
Gunung Marapi di Sumbar Tingkat Aktivitas Vulkanik Marapi yang Meningkat
Gunung Marapi telah menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik sejak beberapa bulan terakhir, dengan sejumlah gempa vulkanik dan guncangan kecil yang tercatat. Namun, letusan yang terjadi pagi ini diperkirakan masih dalam batas wajar bagi gunung api yang memang terkenal aktif ini.
“Ini bukanlah letusan yang sangat besar, namun tetap kami pantau dengan serius. Gunung Marapi memiliki karakteristik yang tidak bisa diprediksi secara pasti. Oleh karena itu, pemantauan dan mitigasi risiko harus terus dilakukan,” tambah Dr. Anwar.
Gunung Marapi di Sumbar Potensi Ancaman Letusan Lebih Besar
Meskipun saat ini aktivitas letusan dianggap terkendali, pihak berwenang tetap mengingatkan potensi ancaman letusan yang lebih besar. Mengingat sejarah aktivitas Gunung Marapi yang kerap menunjukkan perubahan intensitas dalam waktu singkat, kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.
Pada tahun 2020, Gunung Marapi juga sempat mengalami letusan besar yang menyebabkan sejumlah kerusakan dan memaksa ribuan warga mengungsi. Oleh karena itu, meskipun aktivitas saat ini belum terlalu berbahaya, otoritas setempat terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya evakuasi dini.
“Kami meminta semua pihak, terutama masyarakat di sekitar Gunung Marapi, untuk mengikuti segala instruksi dari pihak berwenang.
Masyarakat Diminta Ikuti Prosedur Evakuasi
Latihan evakuasi juga disarankan agar warga dapat lebih familiar dengan jalur evakuasi dan cara menghadapi situasi darurat ketika bencana datang.
Kesimpulan: Meningkatnya Aktivitas Gunung Marapi Harus Diwaspadai
Letusan Gunung Marapi yang melontarkan abu setinggi 300 meter menambah daftar aktivitas vulkanik yang harus diwaspadai oleh masyarakat Sumatera Barat. Pemerintah dan lembaga terkait terus melakukan upaya mitigasi dan pemantauan untuk memastikan keselamatan warga yang tinggal di sekitar Gunung Marapi.






